Modus Licik di Balik Postingan Facebook Menyuruh Ketik AMIN, LIKE dan SHARE! Kamu Cuma Memperkaya Orang Lain



Tidak dapat dipungkiri, Facebook merupakan media sosial dengan pengguna terbanyak saat ini.

Semakin banyak pengguna tentunya akan berbanding lurus dengan banyaknya hal-hal aneh di dalamnya.

Satu di antaranya adalah seruan untuk mengetik Amin atau menekan tombol Share dan Like di Facebook.

Kebanyakan kasus yang terjadi, pengguna Facebook akan disodorkan hal yang membuat iba atau melahirkan rasa kasihan dan ujungngnya diminta untuk mengetikan Amin di kolom komentar.

Coba berpikir logis aja Guys, mengetik Amin di Facebook atau melakukan Like dan Share tidak akan menyembuhkan penyakit orang lain.

Manusia memang makhluk perasa, kamu mengetik Amin, Like atau Share untuk menunjukkan dukungan terhadap situasi dalam unggahan yang tersebar tersebut.

Namun, meskipun kamu mempunyai niat baik, mengetik Amin, Like atau Share, kamu secara tidak langsung sangat membantu spammer di Facebook menghasilkan uang dengan mudah.

Kok bisa?

Jenis posting bersifat manipulatif dirancang untuk mengelabui atau mengeksploitasi orang agar menyukai, berbagi atau komentar Amin, yang pada akhirnya hanya akan membuat sebuah halaman mengumpulkan pengikut.

Pembuat halaman kemudian menyebar publisitas berbahaya, virus dan yang paling bahaya adalah penipuan.

Mereka juga bisa mengetahui data akun kamu, tempat tinggal, tanggal lahir dan email kamu.

Data-data tersebut bisa digunakan pembuat halaman untuk hack account Facebook kamu.

Begini alur orang-orang licik tersebut dalam menghasilkan uang lewat postingan yang menyentuh hati.



1. Pembuat halaman membuat sebuah postingan yang bisa mengajak pengguna lain untuk mengetik Amin, Like dan Share.

Misalkan dengan kalimat "Ketik Amin, Like Share jika kamu ingin pergi ke Mekkah."

2. Biasanya postingan-postingan yang dibuat menyerempet SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan), postingan fitnah, berita HOAX, atau mengadu domba.

Kenapa harus postingan-postingan seperti itu?

Karena jenis postingan tersebut akan mudah menyulut emosi dan melahirkan perilaku untuk berkomentar, like dan Share.

3. Semakin banyak jumlah Komentar, Like dan Share akan menaikan nilai jual halaman tersebut dan menjadikan halaman jadi populer.

4. Pihak Facebook akan menghubungi si pembuat halaman untuk meminta izin memasang iklan di halaman tersebut.

5. Pembuat halaman akan mendapat uang dari iklan.

6. Sementara kita yang berkomentar, mencaci maki, menulis kata-kata tak pantas, membuat kebencian hanya mendapatkan rasa malu.

Kita hanya menghabiskan energi dan membuat diri kita tidak baik demi uang yang hanya dinikmanati si pembuat halaman.

Intinya, KITA DIPECUNDANGI!!

Mulai sekarang jika ada postingan yang menyuruh kamu mengetik Amin, Share atau Like, abaikan saja.

Mari kita berpikir lebih logis lagi.

Para pembuat postingan Amin tersebut mengambil foto orang-orang yang menderita demi menghasilkan uang untuk mereka sendiri.

Apakah uang yang dihasilkan diserahkan kepada orang yang menderita di dalam foto? Jawabannya tidak.

So, mengetik Amin, Like dan share takan menyembuhkan penyakit atau memperpanjang seseorang.

Jika kamu memang mau benar-benar menolong, cari tahu informasi mengenai orang yang kesulitan tersebut dan datang langsung untuk memberikan bantuan.

Jika artikel mengenai Bahaya Mengetik Amin, di Facebook ini bermanfaat, jangan lupa sebarkan ke orang-orang terdekatmu.

Mari kita sadarkan seluruh pengguna Facebook yang masih tertipu dengan postingan-postingan yang memaksa untuk mengetik Amin.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Modus Licik di Balik Postingan Facebook Menyuruh Ketik AMIN, LIKE dan SHARE! Kamu Cuma Memperkaya Orang Lain"

Post a Comment

Like Fanpage Facebook